Pasaman Barat, Cyber One Top -Dalam upaya menjaga kelestarian nilai leluhur Minangkabau di tengah arus modernisasi, Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kabuntaran Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat secara resmi menggelar kegiatan Pelatihan Datuak dan Pangulu. Acara yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) ini bertempat di Kantor KAN Kabuntaran Talu dengan agenda utama revitalisasi peran pemangku adat.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pucuk Adat Nagari Talu, Ir. Jhonny, Z.A. MM.SI Tuanku Bosa XV, yang juga menjabat sebagai Ketua KAN Kabuntaran Talu. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberadaan Datuak dan Pangulu bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan moral di nagari.
Sebanyak 21 orang hadir mengikuti kegiatan ini, dengan mengusung tema "Eksistensi, Revitalisasi Fungsi dan Tugas Para Datuak & Pangulu Kabuntaran Talu", pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman. KAN Kabuntaran Talu memandang perlunya penguatan kapasitas agar para niniak mamak mampu menjalankan fungsinya secara relevan dan efektif bagi masyarakat saat ini.
Salah satu poin krusial dalam pelatihan ini disampaikan oleh narasumber utama, Drs. Iskandar. Beliau memaparkan materi mendalam mengenai filosofi: "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK).
Filosofi ini merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Minangkabau di mana adat bersendikan pada agama Islam. Drs. Iskandar menegaskan bahwa peran niniak mamak sangat vital dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut tetap hidup di tengah kaumnya masing-masing.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh narasumber Ronaldi, M.Pd. Bandaro, yang memaparkan materi krusial mengenai penguatan kapasitas Niniak Mamak di Nagari Talu. Dalam pemaparannya, beliau menekankan filosofi soko balega cahayo batimbang, sebuah prinsip kepemimpinan adat yang berkeadilan dan berkesinambungan berdasarkan garis keturunan.
Beliau mengibaratkan peran Niniak Mamak seperti "Kayu Gadang" (pohon besar) di tengah kaumnya tempat bernaung saat kepanasan dan tempat bersandar saat kehujanan. Lebih lanjut, Ronaldi menegaskan pentingnya integritas para pemangku adat dalam menjaga pusaka tinggi, agar warisan material maupun nilai-nilai luhur Minangkabau tetap terjaga kemurniannya dari generasi ke generasi.
Melalui pelatihan ini, KAN Kabuntaran Talu menargetkan beberapa sasaran utama:
Pertama Penyegaran Wawasan yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Datuak serta Pangulu. Kedua
Sinergi Kelembagaan yang memperkuat hubungan antara niniak mamak, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat. Ketiga Penyelesaian Masalah internal yang Membekali pemimpin adat dengan kemampuan mediasi untuk menyelesaikan persoalan adat di tingkat bawah.
Dengan terlaksananya agenda ini, diharapkan semangat menjaga "Adat Salingka Nagari" tetap berkobar, memastikan bahwa struktur adat tetap menjadi rujukan utama dalam membimbing masyarakat Nagari Talu menuju masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan akar budayanya.
(Elwa KSSA)


0 Komentar